
Ki-Ka:Uskup Emeritus Mgr Pius Datubara,OFM,Cap, Uskup Agung Medan Mgr Anicetus Sinaga,OFM,Cap dan Dubes Vatikan utk RI Mgr Leopoldo Girelli melepaskan burung merpati dan balon. F: Panitia
Sri Paus (Paus Benedictus XVI,red) menyampaikan salam hangat bagi semua umat yang berpesta Yubileum 75 tahun Katolik di Tanah Batak . ” Jadikanlah semangat missionaris menjadi titik awal menjadikan umat Katolik yang mandiri,” sebut Duta Besar Vatikan untuk Negara RI Uskup agung Mgr. Leopoldo Girelli saat membawa kotbah pada perayaaan missa pada perayaaan Yubileum 75 Tahun Gereja Katolik di Tanah Batak, di Lapangan Sisingamangaraja XII Balige Kabupaten Toba Samosir, Minggu,(13/12) kemarin.
Lebih lanjut , Uskup Agung Mgr Leopoldo Girelli mengajak seluruh umat untuk tetap bergembiralah di dalam Tuhan selalu karena. Selain Tuhan sudah dekat dengan jemaatnya dengan kedatangan Yesusu Kristus dalam Natal, kita juga merayakan 75 tahun masuknya gereja Katolik di Tanah Batak ini.
“ Masuknya Gereja Katolik ke daerah Tapanuli (Tanah Batak) merupakan momentum yang perlu disyukuri. Kiranya perjuangan para misionaris terdahulu yang datang dan membawa Katolik ke Tanah Batak dan juga membawa kabar kegembiraan untuk tetap diteruskan dan dipertahankan dalam hidup. Kita harus memiliki semangat missionaries yang missioner terdahulu.Dimana semangat ini tidak sempit tetapi secara integral mencakup ke dalam, “ ungkap Mgr Leopoldo Girelli.
Tidak lupa, Dubes Vatikan untuk Indonesia yang pada kesempatan itu juga menyampaikan beberapa umpasa Batak Toba, untuk tetap menjaga apa yang menjadi hasil ketetapan sinode Katolik 2008 yang lalu. “ Katolik harus bisa menjadi gereja Katolik yang mandiri. Kita juga jangan lupa ketetapan Partoran Keuskupan yang berlangsung 15 Agustus 2009 yang lalu, “ pesan Mgr Leopoldo Girelli seraya menambahakan untuk tetap menjaga dan memelihara kehidupan antar umat beragama.
Pada saat menyampaikan sambutannya,Leopoldo Girelli mengaku sebagai orang Batak dan bangga menjadi orang Batak karena selain bergembira bisa hadir bersama-sama sama dengan seluruh umat dalam rangka 75 tahun Gejerja Katolik di Tano Batak.” Saya berterimakasih karena Katolik masuk ke Tano Batak dan saya juga orang Batak, “ kata Leopoldo yang sambut tepuk tangan seluruh umat yang memadati Lapangan yang menjadi kebanggan kota Balige ini.
Perayaan ini dihadiri sekitar 6 ribu umat Katolik dari 12 Paroki yang tersebar di daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Samosir dan Parapat Simalungun).
Rangkaian acara diawali dengan peresmian Jalan menuju kompleks SMA BTB Balige dan Frateran menjadi Jalan Pastor Sybrandus van Rossum,OFM oleh Bupati Toba Samosir Drs Monang Sitorus SH MBA disaksikan Dubes Vatikan untuk Indonesia Uskup Agung Mgr Leopoldo Girelli, Uskup Agung Medan Mgr Dr Anicetus Sinaga OFM Cap, Uskup emiretus Pius Datubara OFM Cap.
Nama Jalan ini diberikan karena Pastor inilah misionaris Katolik pertama yang masuk ke Batak tepatnya 5 Desember 1934 silam.
Acara peresmian yang berlangsung hikmat dan sederhana ini dipandu oleh Lukman J.Siagian,SH, Kasubbag Perundangundangan Setdakab Tobasa.
Kemudian Uskup Mgr Leopoldo Girelli beserta rombongan, Bupati Tobasa Monang Sitorus dan unsur Muspida berpawai , diiringi drumband SD St.Franscesco Balige dan SMA BTB Balige dari Bundaran Balige menuju lapangan Sisingamaraja XII .
Missa dipimpin Uskup Agung Medan Mrg Dr Anicetus Sinaga OFM Cap dalam ruhut –ruhut ekaristi nabadia pesta 75 tahun huria Katolik di Tano Batak yang semuanya dalam bahasa Batak , diiringi tortor Batak Toba yang diiringi gondang dan uning-uningan.
Suasana terasa makin hikmat saat penyerahan pelean baik berupa kolekte dan juga hasil bumi yang dipersembahkan masing-masing paroki dan diterima Uskup Agung Medan Mgr Dr Anicetus Sinaga OFM Cap, Uskup Emiretus Pius Datubara OFM Cap dan Dubes Vatikan untuk Indonesia Uskup Agung Mgr Leopoldo Girelli.
Setelah missa, Uskup Agung Medan Mgr Dr Anicetus Sinaga OFM Cap, Uskup emiretus Pius Datubara OFM Cap dan Dubes Vatikan untuk Indonesia Uskup Agung Mgr Leopoldo Girelli bersama para Pastor disaksikan ribuan umat Katolik dengan menyanyikan O Tano Batak melepas burung Merpati dan balon ke udara.
Ucapan terimakadisampaikan Uskup Agung Medan Mgr Dr Anicetus Sinaga OFM Cap atas kehadiran Gereja Katolik di Tano Batak yang telah banyak memberi perubahaan-perubahan baik bidang pembangunan pendidikan, pembangunan poliklinik serta pembangunan ekonomi, pertanian social budaya. “ Kami ada program gerakan Tano Batak untuk mengembalikan kembali Dalihan Na Tolu yang merupakan falsafahorang Batak. Pembangunan didasarkan pada cultural serta membuat pembangunan menyeluruh semesta Tapanuli dengan melakukan penghijauan kembali, “ kata Anicetus Sinaga. Dikatakan juga di tempat perayaan ini, tempat yang sama ,pernah dilaksanakan perayaan 400 Tahun Katolik di Indonesia, 50 tahun di Tapanuli dan sekarang perayaan 75 tahun.
Pesan lain UskupAgung Medan ini, juga agar umat bersama pemerintah agar marsitiopan tangan dan masiamin aminan agar tercipta Huta Nauli , Hut Hadameon. “Mari pertahankan kerukunan yang cukup baik selama ini di Sumatera Utara, umat hendaknya turut membantu menjaga keamanan dengan memulainya di kampung masing-masing,”sebutnya. Disamping itu, tambahnya, potensi pariwisata Samosir dengan situs sejarahnya merupakan soft tourism yang menarik dan mudah ditawarkan ke manca negara. Kepada Imam da rohaniawan , uskup, meminta untuk melakuakn pembinaan kepada generasi muda sehingga terhindar dari bahaya narkoba, trackficking, esek-esek dan lain-lain yang merusak.
Sementara Bupati Toba Samosir Monang Sitorus didampingi Wakil Bupati Humahas Marganti Manullang, mewakili Bupati Taput serta Kapolres Toba Samosir AKBP Musa Tampubolon SH Sik MSi membacakan sambutan Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin SE yang menyampaikan salam kepada seluruh Umat Katolik yang berada di 4 Kabupaten yang merayakan 75 tahun Katolik di Bonapasogit.Gubsu juga berharap, melalui perayaan Yubelium ini menjadikan pendorong untuk membangkitkan semangat dalam membina hubungan harmonis sesama umat. diharapkan juga supaya meningkatkan persatuan dan kesatuan jemaat Gereja Katolik di daerah Tapanuli ini,.
” Melalui kegiatan ini membangun solidaritas ,kasih dan sayang serta persaudaraan sesama warga jemaat dan sebagai wujud nyata menyampiakan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberadaan dan kelangsungan gereja Katolik di tanah Batak mapun di tengah-tengah masyarakat, ” pesan Gubsu yang disampaikan Bupati Tobasa
Sementara Ketua Umum Panitia Yubileum 75 Tahun Katolik di Tano Batak AS Pangaribuan BA pada kesempatan itu menyampaikan sejarah panjang perjalanan missionaries pertama Katolik Pastor Synbrandus van Rossum yang datang ke Balige pada tahun 1934 yang lalu.
kapan giliran nias mendapatkan kunjungan yang mulia sang sri paus……? kami menanti…….?
kapan sri paus ke nias? kami rindu……..