
pelaku curanmor di Balige (f: jarar siahaan)
Bayu Sembiring (23) dan Herman Adang Putra Sembiring (20) diamankan petugas Polsek Balige usai dihakimi massa,Minggu (15/11) siang sekitar pukul 16.00 WIB. . Kedua pemuda yang mengaku penjual madu ini menjadi bulan-bulanan tinju dan sepakan massa yang marah setelah memergokinya mencoba mencuri satu unit sepeda motor
Sebagai pemetik adalah Bayu.Sasaran Bayu adalah Sepeda Motor BB 6055 EB jenis Honda Supra X milik Japantas Silalahi alias Amani Padot , seorang pengusaha kedai tuak di desa Hinalang , Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir.
Kejadiannya berlangsung ditengah ramainya parkir sepeda motor dan mobil dalam sebuah pesta di desa tersebut. Pemilik sepeda motor , tanpa sengaja melihat Bayu bersama temannya Herman Adang Putra Sembiring sedang bersiap-siap hendak melarikan sepeda motornya. Modus kedua pelaku yang merupakan penduduk Desa Sirajadeang Kecamatan Laguboti ini dengan menjebol kunci sepeda motor memakai kunci letter T.” Usai dijebol pelaku, baru ia menelepon temannya bernama Herman itu, tapi keburu kepergok,” terang salah seorang warga.
Parlaungan Silalahi, anak Japantas juga menerangkan, tersangka sempat mengelak disebut hendak mencuri dengan menyebut duduk-duduk di atas sepeda motor hanya untuk memencet-mencet jerawat. Namun ia tidak dapat berkutik karena ditemukan kunci sepeda motor telah rusak. “Marganya pun berobah-obah ketika kami tanya,”katanya.
Kini kedua pelaku yang sama-sama kelahiran Pulo piko, Lau Pakam,Aceh Tenggara ini telah ditahan dan diperiksa petugas di Mapolsek Balige. Barang bukti kunci letter T dan peralatan pelaku lainnya telah diamankan polisi. ” Kita sedang memeriksa para tersangka dan ayahnyapun kini telah berada di kantor kita ,” kata Kapolsek Balige AKP.Gibson Siagian kepada wartawan.
linknya udah ane tancepin di blog ane boss..
makasih ya udah mau tukeran link
oh ya!! kebetulan saya kenal dengan pencuri di atas, kedua pemuda itu adalah tinggal di Perumahan Korpri Laguboti, ketepatan bertetangga dengan saya, no rumahnya no 8 sedangkan no rumah saya no 9 mereka mengontrak rumah pada saat itu saya yang memasukkan mereka di sana. Mereka mengatakan tinggal di Sirajadeang Laguboti, itu tidak benar, tetapi orang tuanya memang tinggal di sana.
Saya juga menyesal dan kecewa setelah menerima mereka mempati rumah tersebut, pasalnya setelah mereka tinggal di Perumahan maka selalu ada yang hilang di sekitar kompleks. bahkan barang misalnya baju anak saya dan baju istri saya sering kehilangan. Kuat buktinya bahwa pemuda dan istrinya adalah pencurinya kerena baju istri saya yang hilang pernah dipakai istrinya, dikiranya kami lupa sehingga istrinya memakainya. Bukan hanya itu, ayam di kompleks perumahan juga sering hilang semenjak mereka tinggal di sana.
Jadi sekali lagi saya pribadi sangat menyesal, memasukkan mereka di rumah tersebut. hingga hari ini saya tidak pernah cakapan dengan mereka karena sifat mereka dan kelakuan mereka yg memuakkan. Kami juga curiga selama ini, mereka mengatakan penjual madu tapi madu yg dijual pun tidak pernah ada. Berarti hal itu hanya merupakan akal-akalan saja untuk mengelabui, padahal pekerjaannya mencuri.
Saya pernah konfirmasi ke Polsek Balige Gibson Siagian (bulan November 2009) lalu. “Saya kenal dengan Pemuda pencuri itu, kebetulan saya tetangga dengan dia,” kataku sembari mengatakan bahwa berita itu saya baca di Koran SIB.
Saya pertanyakan, kenapa Pemuda itu bebas, soalnya dia telah kembali lagi kerumahnya di perumahan. “Kedua pemuda pencuri itu memang kami tahan, namun sekarang hanya adeknya yang kami tahan, sedangkan abangnya Herman Sembiring hanya melapor 1 x 24 jam,”Kata Gibson Siagian.
Jadi sekali lagi saya sangat kecewa dengan Pemuda tersebut, apalagi Si Herman Sembiring telah bebas. Dirippu ibana dang adong parperumahan mamboto halaki manakko, dihajar massa, dipenjarahon, soalna Herman serta istrinya selalu pede di komplek Perumahan. Bursik ma songoni jolma.