September 4, 2009...4:30 am

Sidang Ansuransi DPRD Tobasa:Uang Rokok Satu Juta Rupiah

Lompat ke Komentar

PN Balige (f: www.rikardosimamora.com)

PN Balige (f: www.rikardosimamora.com)

Karimuda Sitanggang mengungkapkan ia diberi Satu Juta Rupiah oleh Ir Roni Purba (yang mengaku pihak ansuransi PT.Allianz Life) seusai penyetoran pertama Rp.75.000.000,- “ Di depan halaman kantor dari kantongnya diselipkan ke kantongku, katanya untuk uang rokok,” ungkap  Karimuda yang menjabat Pemegang Kas Sekretariat Dewan (Setwan ) DPRD Toba Samosir (Tobasa), saat diperiksa sebagai saksi sidang terdakwa mantan Ketua DPRD Tobasa Tumpal Sitorus dalam kasus  korupsi dana ansuransi kesehatan DPRD Tobasa ,yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Balige, Kamis (3/9) kemarin.

Saat dicecar sejumlah pertanyaan oleh sidang majelis Hakim yang dipimpin Natsir Simanjuntak,SH itu, terungkap juga bagaimana proses pengajuan hingga pencairan dana ansuransi sesuai dengan nilai di APBD 2006  untuk PT Allianz Rp.750 Juta .  Menurut saksi, ia diperintah oleh atasannya Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Tobasa saat itu Rekson Simanjuntak (juga terdakwa, berkas terpisah, Red) untuk mengajukan proses pencairan dengan dasar SK Bupati Tobasa . SK ini berisi penghunjukan langsung PT Allianz sebagai penyedia ansuransi kesehatan bagi anggota DPRD Tobasa. Proses ini dimulai sejak penetapan APBD 2006 , menurut saksi , tanggal 12 April 2006.

Seingatnya pada tanggal 13 April 2006 ,setelah terbit cek , lantas uang sebanyak Rp.750 Juta ditarik dari Bank Sumut Cabang Balige. Namun setelah melapor kepada Sekwan, Rp. 450 Juta dititipkan di brankas bank tersebut melalui salah seorang pegawai bank itu juga.

Kemudian , ia bersama  Sekwan membawa uang Rp.300 Juta ke rumah dinas Ketua DPRD Tobasa . Disana mereka  bertemu dengan Roni Purba dan Tumpal Sitorus. Kepada Tumpal diserahkan Rp.225 Juta dan Rp.75 Juta diterima oleh Roni Purba. Ketika itu kata saksi, Tumpal mengatakan supaya diselesaikan urusan ansuransi itu. “ Selesaikan kalianlah itu, “ sebut Karimuda menirukan ucapan Tumpal ketika itu.

Pada hari berikutnya, uang Rp. 450 Juta  ditarik dari Bank Sumut dan selanjutnya diserahkan kepada Roni Purba. Terungkap juga dalam persidangan , Roni Purba hanya menyetor Rp.240 Juta kepada pihak PT.Allianz, selebihnya dipegangnya. Dan bila ada klaim ansuransi dari anggota DPRD bila sakit dan diopname di Rumah Sakit maka klaim diajukan melalui kantor Sekwan dan uang pertanggungan akan dikirim Roni Purba melalui rekening Karimuda Sitanggang. “ Siapa yang memverifikasi klaim itu,” tanya hakim. Karimuda menjawab tidak tahu persis dan hanya menyebut nama Boru Pardede yang mengumpul klaim-klaim. Dikatakannya, hanya tiga anggota DPRD yang tidak pernah mengajukan klaim yaitu: Tumpal Sitorus, Baktiar Tampubolon dan Almarhum Payaman Napitupulu.

Sementara JPU dari Kejari Balige, Kristina Lumbanraja,SH didampingi Nelson Sembiring ,SH menanyakan apakah jawaban saksi di BAP betul dan diiyakan oleh saksi.

Atas kesaksian ini, Penasehat hukum terdakwa Tongam Manalu,SH mempertanyakan perbedaan kesaksian di BAP yang menyatakan menyerahkan Rp.750 Juta kepada Tumpal Sitorus , sementara di persidangan saksi menyebut jumlahnya hanya Rp.300 Juta. Dan ditegaskan saksi yang betul adalah Rp.300.Juta. Sedangkan Tumpal Sitorus sendiri bertanya kepada saksi bahwa darimana saksi mengetahui APBD 2006 disahkan tanggal 12 April 2006. Ternyata saksi meralat lagi ucapan sebelumnya dan menyebut tanggal 27 Februari 2006. Tumpal juga menolak dan menyangkal kesaksian saksi soal  penyerahan uang Rp.300 Juta tersebut. “ Tidak benar ada mengantar uang ke rumah dinas Rp.300 Juta, “ kata Tumpal .

Agenda sidang sebenarnya selain mendengar keterangan saksi Karimuda Sitanggang, juga ada saksi Ganyang Situmorang (staf DPPKD) , Tito Siahaan,SH (mantan Kabag Hukum), namun karena terdakwa mengaku kurang kuat menjalani sidang karena didera penyakit , maka majelis hakim menunda sidang. Sidang akan dilanjutkan Senin 7 September mendatang. (moramona.wordpress.com)

1 Komentar

  • Parlindungan Tambunan

    Luar biasa kampungku sekarang ini. Bicara uang udah ratusan juta dan milyar. Tapi yang lucunya BLT dan Raskin masih banyak peminatnya. Bgm ini Bang?
    @Parlindungan Tambunan
    untuk urusan BLT dan Raskin mungkin dikira jambar. maila dang dapotan (malu tdk kebagian) salam


Tinggalkan Balasan