“Namaku Hamonangan, bukan Monang ya, umur 55 tahun , pekerjaan penjual koran” kata pria berkaca mata itu kepadaku, Selasa (9/6) sore di teras KPUD Tobasa. Memang sebelumnya aku sudah tahu pasti namanya . Aku bertanya, hanya sengaja berbuat konyol dihadapan dua rekannya wartawan .bernama Marisi Napitupulu dan Pobben ‘Napitupulu. Pria yang lebih mirip guru itu memang selalu ‘hangat’ setiap jumpa denganku. Apalagi kalau kusinggung soal pakaian dinasnya yang di tampak punggung bertuliskan pesan aneh . Ditulis pake Board Marker warna hitam. Setahuku ada tiga macam. Versi pertama soal wartawan, “Juru warta gol I/c TMT “, versi kedua adalah mengenai Loper, “ Loper bukan pekerjaan bergengsi tapi penting” dan versi ketiga masih soal wartawan, “ Wartawan Junior TMT 2000…”
“Pekerjaan loper kadang-kadang harus menahan terik matahari atau hujan , apalagi jika tidak memiliki sepeda motor,” kata Hamonangan. “ Belum lagi soal pembayaran rekening Koran yang dilanggani Pemkab, mau macet sampai tiga bulan,” katanya lagi. . Tahun 2008 lalu, Hamonangan kerap bersolo karir berjalan kaki menyusuri jalan ke kantor-kantor Pemkab Tobasa. Tapi tahun ini ia beda, sekarang ia sudah menaiki sepeda motor dan mulai mempunyai teman setiap kali mengunjungi kantor.
Hamonangan memang (setahuku) adalah seorang wartawan juga. Ia termasuk type wartawan yang bersahaja. Nyaris tidak ada kesan ‘yang seram’ yang ditampilkannya. Apalagi kalau pas memakai salah satu pakaian dinasnya itu. Malah sering mengundang senyum dan perasaan aneh bagi yang melihat dan membacanya.(bagiku ia lugu). Tapi setidaknya ia berani memberi Mark (tanda) kepada kita ada sesuatu yang belum pas pada profesi wartawan dan loper.
Ia menilai wartawan itu mempunyai tingkat-tingkatan (strata) seperti pangkat dan golongan, TMT (Terhitung Mulai Tanggal) pada Pegawai Negeri Sipil. Sekali lagi ia berani memilih jenjang paling bawah dengan sebutan Juru Warta gol I/c TMT 2000 , atau Wartawan Junior . Jika demikian berarti ujungnya adalah soal Gaji Wartawan. Apakah bertingkat-sesuai Pangkat dan Golongannya. Atau masih ada Perusahaan Koran yang tega belum memberi gaji?
Kalau Loper? Kalau ini , menurutku si Hamonangan pasti jelas Rp- nya.
Hanya: “ Kadang aku kesal ketika ada yang nanya kepadaku apa aku ada menjual majalah porno, ” katanya.
2 Tanggapan
Juni 10, 2009 pukul 7:32 pm
kenapa rupanya kalau nama “monang”.
Juni 11, 2009 pukul 4:58 am
@Bapaknya si Gibran
)
ya, kenapa ? akupun tidak nanya lagi.Habis aku kami saat itu sudah tertawa-tertiwi-tiwi