Agustus 21, 2008...3:43 am

pelukan bukan merdeka

Lompat ke Komentar

17 Agustus 2008, pkl 16.45.WIB di Rutan Balige

Semula aku ragu untuk masuk . Tapi selangkah melewati pintu utama “sangkar “ ini aku membuang jauh keraguanku. Terdengar suara hiruk pikuk .Para pemilik wajah terbelenggu gembira. Bergembira dihantar lagu Anakku Na Burju yang dilantunkan Ny Gultom Boru Simanjuntak . Suasana ini memaksaku mendekat. Sampai di pintu lapangan upacara Rutan. Disana para warga binaan Rutan Balige makin larut berjoged ria. Happy. Apalagi suara sang penyanyi yang istri Alm Gultom mantan KaCabRutan Balige ini tergolong nyartis.Kalo ikut nyaleg pasti di divisi penggalangan massa.

Tampak Camat Balige Budiyanto Tambunan ikut berjoged bersama mereka. Diantara mereka ada wajah yang kukenal. Bekas PLt Camat Habinsaran BS,ST, yang memperagakan menuntun seorang penghuni Rutan , pada saat lyric jatuh di “ … natua-tua mi…”Melihat ini , rekan mereka tertawa. Di deretan tempat duduk KaCabRutan Tony Nainggolan, Ny Romayani Budianto Tambunan dan undangan lainnya tampak senang melihat  aksi para penjoged dadakan ini. Camat dan sejumlah undangan hadir di Rutan dalam rangkaian hiburan HUT RI ke -63.

Tapi ada tiga orang sosok yang berjalan berurutan dari tepi acara dangdutan Lapas ini yang membuat mataku makin awas. Mereka mendekat ke arahku. Ternyata ketiganya kukenal. Dua orang di depan adalah penjenguk. Di belakang adalah wajah Drs.PM . Rekan yang dulu sering ketemu dan berdiskusi. Di kantin atau di kantor.

“ Horas Bang. Sehatnya?” tanyaku.

“ Eh,” jawabnya pendek. Kamipun berpelukan beberapa detik setelah kujabat erat tangannya.(dalam hati, aku malu sekali karena belum pernah berkunjung)

Lalu ia berlalu menyusul temannya.

Sampai tulisan ini kubuat, hangat pelukan itu masih terasa. Terasa dalam. Biru. Seperti warna dalamnya laut.

Sebab ia di sana karena tersandung kasus korupsi dan sedang menunggu sidang  . (salam buat yang lainnya ; Drs.TADP ,Drs.HM dan MP)

1 Komentar

  • Farida Simanjuntak

    Hidup di dalam penjara memang sangat menyakitkan. Saat orang lain bisa menikmati hidup dengan bebas, sebagian orang menghabiskan hari-harinya di balik jeruji besi. Tapi itu semua juga akibat perbuatan mereka sendiri…
    Hidup memang sebuah pilihan….


Tinggalkan Balasan