Jauh-jauh hari Pdt Daniel Simamora , yang melayani Punguan Partangiangan Debataraja Boru Bere Balige sudah mengumumkan Rev.Jhon Hartman akan hadir di lapangan Sisingamangaraja XII Balige pada Jumat –Sabtu (28-29/Juni). Sebagai salah satu panitia ia menggaransi: Jhon yang hadir sama dengan Jhon yang biasa kita lihat melayani melalui saluran TV RCTI .
Pada hari pertama,Jumat, aku dan keluarga entah kenapa serasa tidak tergerak untuk melangkahkan kaki ke lapangan sepak bola itu.
Keesokan harinya, saat kongkow di kedai kopi Picnic dengan seorang rekan wartawan yang menyaksikan Jhon, aku mendengar bahwa seorang Jhon yang terkenal itu memiliki latar belakang berprofesi Detective. Sebagai resiko besar , ia pernah kena tembakan tiga kali pada waktu yang berbeda. Saat mengalami percobaan mendekati kematian karena kanker paruparu , ia merasakan Kedahsyatan Tuhan: Ia pun terpanggil untuk memberitakan kemenangan besar kuasa Tuhan. Yesus Kristus menjadi tujuan hidupnya.
Lalu kejadian pada hari pertama itu, lanjut temanku, sebelum Jhon hadir, ada seorang perempuan muda yang kemasukan roh(kesurupan). Beberapa Pendeta yang hadir di tempat itu mencoba mengusir roh itu dari tubuh perempuan tadi. Tapi tidak berhasil. Barulah sesudah Jhon hadir, roh itu mulai mengalah dan uniknya ,saat ditanya siapa nama roh itu, dijawab saya Jhon. Namanya sama.
Mendengar cerita itu , kami sama-sama tertawa. Jhon ketemu Jhon si Jin .Tapi tentu saja pemenangnya adalah Jhon. Perempuan yang kesurupan dibebaskan dari kuasa roh jahat.Keluarga perempuan itu, katanya lagi, mengakui beberapa hari belakangan ini , si perempuan terlibat suatu masalah yang menyangkut seorang pria.
Singkat cerita, kehadiran Jhon Hartman di hari pertama di depan ribuan warga yang memadati lapangan memberikan nuansa baru Kebangkitan Kebangunan Rohani. (KKR).
Hari kedua, Sabtu . Aku dan isteriku (anak-anak tinggal di rumah takut masuk angin atau kalau hujan turun gimana,)turut menyaksikan aksi Jhon. Sejumlah warga (termasuk perempuan yang disembuhkan dari kesurupan) memberikan kesaksian penyembuhan Illahi. Semua tampak bersuka cita.
Jhon juga menceritakan pengalamannya saat bersantap di suatu tempat di pinggir bibir Danau Toba. Seorang anak kecil , telanjang, yang berenang bersama teman-temannya bernyanyi berbahasa Inggris,persis di dekatnya. “ Come to my heart, Jesus come to my heart…” kata Jhon mengutip lagu anak-anak tersebut. “ Luar biasa kita bisa belajar banyak hal dari anak-anak kecil,”kata Jhon. Hal lainnya Jhon berkhotbah dan menyebarkan firman Tuhan dengan mengutip dari Mateus 22 tentang perumpamaan tentang perjamuan kawin. Ini mengisyaratkan semua orang supaya bersedia dan bersiap mengikuti perjamuan yang diadakan oleh Tuhan, karena kita semua diundang. “ Jangan berzinah , Jangan korupsi…bertobatlah” kata Jhon pada khotbahnya. Kedua jangan ini, entah kenapa adalah hal yang paling kuingat saat aku mencoba merenungkan khotbah KKR yang luar biasa ini.Beda dengan khotbah Pak Pendeta yang’luar biasa’.
1 Komentar
Juli 2, 2008 pukul 2:50 am
[...] Oleh Rikardo Simamora; dikutip Blog Berita dari blognya [...]